Poin Penting dari Forum Air Dunia ke-9


Forum Air Dunia ke-9, yang diadakan di Dakar, Senegal pada tanggal 22-27 Maret 2021, mempertemukan para ahli, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan dari seluruh dunia untuk membahas tantangan mendesak yang dihadapi sektor air global. Forum yang diselenggarakan oleh Dewan Air Dunia ini berfokus pada tema “Keamanan Air untuk Perdamaian dan Pembangunan” dan membahas berbagai isu terkait pengelolaan, tata kelola, dan keberlanjutan air.

Salah satu kesimpulan penting dari forum ini adalah pentingnya pengelolaan sumber daya air terpadu (IWRM) dalam mengatasi tantangan kompleks yang dihadapi sektor air. IWRM adalah pendekatan holistik dalam pengelolaan sumber daya air yang mempertimbangkan keterhubungan antara air, tanah, dan ekosistem. Dengan mengadopsi pendekatan IWRM, negara-negara dapat mengelola sumber daya air mereka dengan lebih baik secara berkelanjutan dan adil, memastikan bahwa air tersedia untuk semua pengguna, termasuk pertanian, industri, dan rumah tangga.

Hal penting lainnya yang dapat diambil dari forum ini adalah perlunya peningkatan investasi pada infrastruktur dan teknologi air untuk meningkatkan akses terhadap air yang aman dan bersih bagi semua. Menurut PBB, lebih dari 2 miliar orang di seluruh dunia tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman, dan miliaran lainnya tidak memiliki akses terhadap layanan sanitasi dasar. Untuk mengatasi krisis air global ini, pemerintah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat sipil harus bekerja sama untuk berinvestasi pada infrastruktur air, seperti instalasi pengolahan air, jaringan pipa, dan fasilitas penyimpanan, serta teknologi baru, seperti desalinasi dan daur ulang air.

Forum ini juga menyoroti pentingnya memasukkan air ke dalam strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Ketika dampak perubahan iklim menjadi semakin parah, termasuk kekeringan, banjir, dan badai yang semakin sering dan intens, maka penting bagi negara-negara untuk mengintegrasikan pertimbangan air ke dalam rencana aksi iklim mereka. Hal ini mencakup penerapan langkah-langkah untuk melindungi sumber daya air, seperti restorasi daerah aliran sungai, pengelolaan dataran banjir, dan praktik pertanian hemat air, serta mendorong rancangan dan infrastruktur perkotaan yang ramah air.

Terakhir, forum ini menekankan perlunya kolaborasi dan kemitraan yang lebih besar di antara para pemangku kepentingan di sektor air. Air adalah sumber daya bersama yang melampaui batas-batas negara, dan untuk mengatasi tantangan air memerlukan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lokal. Dengan bekerja sama, para pemangku kepentingan dapat mengembangkan solusi inovatif terhadap permasalahan terkait air, seperti kelangkaan air, polusi, dan kesenjangan akses, serta memastikan masa depan air yang berkelanjutan bagi semua orang.

Kesimpulannya, Forum Air Dunia ke-9 menyediakan platform bagi para pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan, berbagi praktik terbaik, dan menjalin kemitraan untuk mengatasi tantangan mendesak yang dihadapi sektor air global. Dengan mengadopsi pendekatan terpadu dalam pengelolaan air, meningkatkan investasi pada infrastruktur dan teknologi air, memasukkan air ke dalam strategi perubahan iklim, dan memupuk kolaborasi antar pemangku kepentingan, negara-negara dapat berupaya mencapai ketahanan air untuk perdamaian dan pembangunan.